Asian Games Torch Relay Disebut Sebagai Sains Memory of The World

Zul Majjaga

Syamsul Bahri Majjaga, Ketua bidang Maritim DPD Pemuda/KNPI Sulawesi Selatan.

Bulukumba, PANRITA.News – Berbagai acara telah disiapkan untuk mengisi acara puncak Asian Games Torch Relay, termasuk tarian adat dan kolosal. Diketahui, Obor Api Asian Games (Torch Relay) akan tiba di Bulukumba, Sabtu (28/7/2018) besok.

Antusiasme masyarakat Bulukumba menyambut torch relay Asian Games 2018 kali ini datang dari Syamsul Bahri Majjaga, Ketua bidang Maritim DPD Pemuda/KNPI Sulawesi Selatan, yang juga Juru bicara partai NasDem Kabupaten Bulukumba.

Zul mengatakan bahwa langkah pemerintah Kabupaten Bulukumba yang mengusung konsep kirab obor Asian Games 2018 lewat jalur laut dan menggunakan phinisi sebagai sarana harus diapresiasi. Menurutnya, dengan konsep pelibatan phinisi, berarti Pemerintah Daerah ingin menyampaikan sebuah pesan, semacam Manifest “Sains Memory of The World”.

“Phinisi, yang dibentuk dari sebuah rangkaian sistem cluster, dan berhasil membentuk rangkaian model kerja yang sangat mengesangkan. Bagi saya, itulah refleksi masyarakat Bulukumba yang merupakan endapan pandangan ideal masyarakat pada zamannya.“ tegas Zul Majjaga.

Itulah penjelasan kenapa Zul Majjaga menangkap momentum ini sebagai sebuah manifest Sains Memory of World. Sekali lagi, Alumni SMU Kajang ini secara tegas mengatakan bahwa Phinisi adalah fakta atas supremasi tingkat peradaban yang tinggi di masa lalu.

“Bahwa teknologi dan ilmu pengetahuan dari leluhur kita sangatlah maju walaupun semua rahasia ilmu pengetahuan yang diwariskan sering dibalut dalam bahasa yang jauh tertanam dalam sebuah legenda.“ ujarnya bangga.

Sehingga, Torch Relay Asean Games, kata Zul, haruslah termaknai sebagai momen diplomasi kebudayaan yang harus disambut dengan gerak eforia 5 langkah stategi kebudayaan.

“Prinsip Akulturasi –  progresivitas –  system – kebijaksanaan – dan sosialisasi,“ sebutnya.

“Oleh karena itu. Besok, kita semua sebagai warga masyarakat Bulukumba, harus ikut mensukseskan misi kebudayaan ini. Satu langkah progresif yang sangat penting yang diambil pemerintah kita di moment langkah ini adalah penanda cahaya kebudayaan kita akan kembali menemukan warna aslinya,”  Ujar Syamsul Bahri Majjaga.

Comment