Marak Kasus Narkoba, Pemuda Bulukumba: Tangkap Bandarnya!

Bulukumba, PANRITA.News – Provinsi Sulawesi Selatan masih dianggap sebagai salah satu daerah dengan angka penyalahgunaan narkoba tertinggi secara nasional. Dalam kurun tiga tahun terakhir, angka penyalahgunaan narkoba terus meningkat.

Pada tahun 2015, pengguna narkoba di Sulsel sebanyak 128.000 orang. Meningkat sebanyak 2.000 orang pada tahun 2016 sehingga total berjumlah 13.000 orang.

Khusus di Kabupaten Bulukumba, tercatat hingga tahun 2017 mengungkap 63 kasus narkoba dengan total barang bukti 25,78 gram sabu dan sedikitnya 2578 butir obat tramadol dengan jumlah keseluruhan tersangka mencapai 117 orang dan 8 diantaranya merupakan oknum polisi.

Hal ini menjadi perhatian serius tokoh pemuda kabupaten Bulukumba, Syasroni Ramli. “Jangan sampai daerah kita tercinta, Kabupaten Bulukumba ini, menjadi lumbung dari peredaran narkoba. Semua elemen masyarakat mesti melakukan pencegahan serius untuk memberantas narkoba. Karena itu menjadi tugas kita semua,” ujarnya.

Diketahui, beberapa waktu yang lalu beredar banyak berita, dari ditangkapnya oknum PNS hingga masyarakat biasa yang sedang asyik menghisap barang haram itu di kabupaten Bulukumba.

“Maka kami meminta upaya pemerintah daerah dan juga kepolisian untuk terus bertindak mengupayakan, menghilangkan dan menangkap para penyalur. Bahkan jika perlu menembak mati gembong-gembong narkoba yang terus merusak generasi bangsa ini di kabupaten bulukumba,” tegas Rhony, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Rhony meminta pemerintah kabupaten Bulukumba pemuda, bahkan jika memungkinkan tiap partai dan kadernya yang ikut pada pilcaleg nanti mengawal juga harus terus mengawasi dan mensosialisasikan bersama betapa keras efek penyalahgunaan narkoba ini.

“Ayo jadikan ini kesepakatan bersama, terkhusus yang ada di kabupaten Bulukumba. Tangkap semua bandar narkoba yang ada di Bulukumba,” ujar pemuda, yang juga Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Tinggalkan Komentar