Warga Desa Tantang Jubir NasDem Bulukumba: Kamu Bisa Apa?

Bulukumba, PANRITA.News – “Belajar pada pengalaman Pemilu 2009 dan Pemilu 2014, sebagai warga masyarakat, tidak banyak yang bisa kami rasakan manfaatnya. Kami memilih, tentu dengan sebuah harapan. Dan apa yang terjadi? Jangankan angin harapan, sekedar datang untuk bertanya apa yang menjadi aspirasi kami itu nyaris tak pernah dilakukan untuk desa kami”.

Begitulah curhatan salah seorang warga Desa Tamalanrea, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba saat ditemui, Sabtu 21 Juli 2018.

“Lalu, Kamu bisa apa?” Tanyanya kembali.

Di hadapan warga desa yang nyaris semua memiliki keluhan yang sama, Juru Bicara (Jubir) Partai NasDem Bulukumba, Syamsul Bahri Majjaga yang juga terdaftar sebagai caleg dapil 4 DPRD Kabupaten Bulukumba ini mengatakan bahwa ungkapan itu adalah hal yang normatif.

“Ekspresi dan Kalimat pesimis yang kita sampaikan ini adalah hal yang normatif, Masyarakat kecewa pada politisinya itu manusiawi. Cuma, jika ditanya saya bisa apa, semoga beberapa hal yang saya sampaikan ini bisa menjadi gambaran kompromi dari harapan dan keinginan kita pada pemilu 2019 nantinya,” Kata Syamsul Bahri Majjaga.

“Kenapa realisasi atas hasil reses tidak nampak, atau kenapa jarang telihat di hadapan warga. Soal harapan ini, saya tentu tidak ingin menjawab dengan menyalahkan lalu menawarkan diri sebagai orang yang berbeda secara karakter. Tapi, saya ingin mengatakan satu hal yang harus diperhatikan bersama adalah bahwa dunia politik praktis adalah dunia kompromi. Bukan dunia bagaimana mempraktekkan idealisme. Sebagai dunia kompromi, maka tingkat eksistensi di dalam politik praktis adalah sejauh mana seorang politisi, termasuk saya sebagai politisi muda, mau dan mampu berkompromi terhadap kepentingan-kepentingan yang diperebutkan dalam memperjuangkan aspirasi warga masyarakat yang diwakili,“ Papar Zul Majjaga.

Jadi menurut Zul Majjaga, bahwa ini soal sumber daya yang dimiliki oleh politisi itu sendiri dalam mengolah potensi dan talentanya dalam hal memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Lebih jauh, Aktivis Pemuda KNPI Sulawesi Selatan ini mengungkap soal kepercayaan dirinya dan kemampuan untuk tampil di depan publik.

“Melalui jalur partai politik, tugas kami setelah dimandat untuk mewakili kepentingan warga masyarakat di DPRD adalah saya atau siapapun yang mendapatkan mandat itu, harus percaya diri tampil di depan publik untuk memperjuangkan aspirasi. Jika potensi itu tidak dimiliki, maka janganki pernah bermimpi kembali tentang harapan-harapanta,“ Tegas Zul Majjaga.

Menurut Zul, di DPRD secara emosial ada banyak sekali tantangan yang harus dikelola secara dinamis, baik itu tantangan yang ada di internal maupun yang datang secara eksternal.

Untuk hal tersebut, lanjut Zul, maka anggota DPRD dituntut untuk berani mengambil peran intelektual dan Mendekatkan dirinya dengan resiko melalui perdebatan konstruktif dan argumentasi solutif. Dan ini tentu berkait dengan kualitas intelektual dan kredibilitas yang dimiliki anggota DPRD.

“Jika tadi saya ditanya kamu bisa apa, ya begitulah gambaran sederhana tentang tanggung jawab yang mesti dimiliki oleh seorang politisi. Dan jika politisi itu memiliki hal tersebut maka, janganmaki ragukan. Saya yakin tidak akan adami kalimat pesimis yang keluar dari bahasata. Tapi, sebelum saya mengahiri, saya pun ingin bertanya. Selama ini, Politisi yang seperti apa yang kita pilih?“ Tanya Bacaleg No Urut 5 Partai NasDem ini.

Tinggalkan Komentar