Pemuda Bontotiro Dorong Keterlibatan Pemuda Jelang Pemilu 2019

Irwansyah Suardi

Irwansyah Suardi

Bulukumba, PANRITA.News – Keterlibatan Anak Muda yang digolongkan sebagai pemilih pemula dan cenderung apatis, cukup menentukan kesuksesan pemilu. Hal tersebut diungkapkan oleh pemuda Bontotiro kabupaten Bulukumba, Irwansyah Suardi.

Irwansyah yang saat ini ikut dan melibatkan diri secara sukarela sebagai volunter gerakan #2019, Suara Menyatukan Kita sebagai gerakan mengajak Kaum Muda dan Masyarakat untuk semakin peduli terhadap proses pemilu.

“Anak muda dibilang apatis terhadap politik sebenarnya tidak juga. Kami peduli tentang pemilu dan ingin banyak tahu tentang kualitas yang dihasilkan dari hasil pemilu 2014 yang lalu.” Kata Irwansyah, Kamis (24/5/2018).

“Tanpa perlu saya jelaskan secara detail seperti apa dan bagaimana potret dan persepsi masyarakat terhadap hasil pemilu sebelumnya.” Tambahnya.

Irwansyah menilai, dari hasil pemilu sebelumnya, terdapat banyak ruang kosong yang bisa diisi untuk meningkatkan kesadaran politik kaum muda dan warga masyarakat pada umumnya. Bahwa, penting sekali baginya untuk ikut memilih, tapi bukan sekedar ikut memilih, tapi harus menjadi pemilih yang cerdas.

“Untuk itu, bagi saya, sangatlah mendesak untuk dilakukan upaya strategis jangka pendek agar pemilu 2019 berdasarkan pada jati diri dan karakter yang sesuai dengan semangat kekhasan dari kebulukumbaan kita.” Kata Pemuda Bontotiro Ini.

Lebih Jauh, Irwansyah yang dikonfirmasi kenapa memilih menempatkan Politisi Muda Partai NasDem, sebagai figur yang diperjuangkannya dalam gerakan Suara menyatukan kita. Ia menegaskan bahwa Sumber daya manusia dan jejak rekam yang dimiliki oleh Syamsul Bahri Majjaga selama ini adalah sebuah garansi yang secara pribadi diyakininya mampu membawa semangat pembeda pada pemilu 2019.

“Jujur, secara pribadi pada pemilu sebelumnya. Saya bukanlah pemilih beliau. Tapi, Beberapa hari setelah pencoblosan pemilu 2014, melihat dan menyaksikan beliau dalam sambutan pidato kegagalannya. Sungguh saat itu beliau membuktikan dirinya bahwa sejatinya politik adalah lambusu ri pau, Tojeng ri gau.“ ungkapnya.

“Jadi kenapa kami memilih Kanda Zul Majjaga, Ini soal keteguhan dan Keyakinan Hati.” tutup Alumni Universitas Indonesia Timur ini.(*)

Editor: Ahmad

Comment