Jelang Ramadhan, Pembina Ponpes Ingatkan Tidak Politisir Tempat Ibadah

Gowa, PANRITA.News – Pembina Pondok Pesantren (Ponpes) Annail, Ustadz Muharram Alfatih menyampaikan seruan persatuan agar tidak terpecah belah dalam menghadapi Pilkada serentak di Sulawesi Selatan.

“Momentum pilkada ke depan, tokoh agama, masyarakat harus bekerjasama, dan tidak terpecah belah hanya karena perbedaan pilihan di pilkada. Setiap muslim adalah saudara kita, kapan kita terpecah hanya karena perbedaan pilihan kita di pilkada Sulsel maka retaklah ukhuwah di antara kita,” ungkap Ustadz Muharram di Ponpes Tahfizul Quran Annail, Gowa, Rabu (25/4/2018).

Kita sebagai masyarakat yang berdomisili di Sulsel, kata dia, semua bersaudara dan tentunya siap menerima apapun hasilnya dengan bijak. “Kita melihat semua pasangan layak untuk menjadi pemimpin di Sulsel, akan tetapi kita berharap ketika terpilih dapat berlaku adil dan mengayomi semua umat,” tuturnya.

Kita juga dihadapkan dengan momentum bulan Ramadhan 1439 H, sambungnya, kita jadikan bulan tersebut sebagai momentum untuk instrospeksi diri. “Pilkada adalah sarana untuk memilih pemimpin tetapi jangan menjadikan itu sebuah momentum untuk saling menghujat karena perbedaan dukungan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh pasangan calon agar tidak mempolitisir tempat ibadah sebagai sarana kampanye karena itu sangat memungkinkan merenggangkan hubungan silaturrahmi antar sesama ummat Islam, bahkan bisa memicu konflik antar masyarakat.

“Bulan suci ramadhan harus kita jaga bersama agar suasana tetap aman dan kondusif sehingga ibadah kita diridhoi oleh Alloh SWT, karena tidak dikotori oleh hiruk pikuk politik,” imbuhnya.

Leave a Reply