Agum Gumelar Lantik SYL sebagai Ketua IKA Lemhanas Sulsel

Lemhanas

Makassar, PANRITA.News – Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Pusat Jenderal TNI (Hon) (Purnawirawan) Agum Gumelar, hadir melakukan pelantikan pengurus pada Pengukuhan dan Pelantikan IKAL Komisariat Provinsi Sulsel Masa Bakti 2018-2023, di Gedung Kantor Pelindo IV Makassar, Sabtu (16/3/2018). Pada acara ini juga hadir Gubernur Lemhanas Agus Widjojo.

Agum Gumelar melantik dan mengukuhkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL), sebagai Ketua IKAL Komisariat Provinsi Sulsel. Sementara, untuk Wakil Ketua dijabat oleh Husni Tanra, Sekretaris dijabat Abdul Madjid Sallatu, untuk Bendahara dijabat oleh Ketua DPRD Provinsi Sulsel HM Roem.

Dalam sambutannya, Agum mengatakan, acara ini sudah lama direncanakan dan akhirnya terlaksana. Selain itu, Ia mengucapkan selamat hari jadi (HUT) ke-63 kepada SYL. Menurutnya, SYL adalah sosok yang sama yang telah lama dikenalnya.

“Saya pernah Pangdam dua tahun di sini, waktu Pak SYL jadi bupati di Gowa, tidak ada yang berubah. Jiwa semangatnya tidak berubah. Di Sulsel mungkin jiwa nasionalismenya paling tinggi,” sebut Agum.

Ia meminta SYL sebagai ketua, menerima jabatan sebagai sebuah kepercayaan dan kehormatan untuk mentekadkan dalam hati tidak mengecewakan atas kepercayaan yang telah diberikan. Ini karena IKA Lemhanas ini adalah kumpulan dari para pemikir handal.

Gubernur Lemhanas Agus Widjojo, turut mengucapkan selamat. IKAL ini merupakan rumah baru bagi para alumni Lemhanas. Suksesnya lembaga pendidikan, juga karena adanya peranan dari para alumni.

Ia berharap agar alumni Lemhanas memiliki kualitas seperti SYL, yang telah memberikan contoh ketika menjadi tokoh atau pejabat publik. Terutama perbaikan dan peningkatan dari berbagai aspek pembangunan di Sulsel.

Sementara, SYL dalam sambutannya usai dilantik, menekankan pentingnya bangsa Indonesia berbicara terkait dan menguatkan semangat kebangsaan.

“Kita harus bicara serius tentang kebangsaan. Segala sesuatu harus tegak lurus dalam kebangsaan,” sebut SYL.

Bagi SYL, IKAL menjadi kekuatan inti dari bangsa ini. Mengapa ini penting, karena banyak elite politik dan pejabat, tetapi tidak menjadikan nilai kebangsaan sebagai yang utama. Justru mendahulukan partai dan keluarga.

“Padahal kalau menjadi elite bangsa yang menjadi pertama itu, primus inter paresnya, adalah bangsa dan negara yang utama,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Doso Agung dalam sambutan selamat datangnya, berterima kasih atas dipilihnya Pelindo sebagai tuan rumah penyelenggaraan pelantikan. Sekaligus, untuk dialog kebangsaan.

Abdul Madjid Sallatu selaku ketua panitia pengukuhan dan pelantikan pengurus IKAL Sulsel dan dialog kebangsaan, menyebutkan sebagian besar anggota banyak yang bekarir di luar Sulsel dan bersedia datang untuk pelantikan.

Alumni IKA Lemhanas Sulsel didominasi oleh masyarakat sipil. Alumni yang hadir pada pelantikan dan dialog adalah merupakan kebanyakan peserta dari kursus reguler dan kursus singkat, alumni IKAL Sulsel saat ini berjumlah 200 orang lebih.

Sementara untuk acara Dialog Kebangsaan Nasional dengan tema mengangkat tema Kepentingan Nasional dan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Dimana, akademisi Zainal Arifin Mochtar dari Universitas Gadjah Mada tampil menjadi pembicara kunci. (hms-ss)

Tinggalkan Komentar