Dua Kubu Partai Hanura Sepakat Berdamai

Dua Kubu Partai Hanura

Makassar, PANRITA.News – Dua kubu Partai Hanura sepakat menyudahi konflik terkait dengan dualisme kepengurusan. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan antara kubu Ambhara dan kubu Manhattan yang dimediasi Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, kemarin.

Dalam pertemuan tertutup tersebut, Oesman Sapta Odang (OSO) diputuskan tetap menjadi Ketua Umum Hanura yang sah. “Sudah, sudah selesai. Hari ini saya, Pak Oesman Sapta, dan Pak Bagyo (Subagyo), berkumpul untuk bersama-sama mencoba untuk memahami kita ada masalah dan kita dengan hati nurani menyelesaikan masalah itu. Oesman Sapta (ketua umum yang sah),” ujar Wiranto dilansir media indonesia.

Sejumlah petinggi Hanura dari dua kubu hadir dalam pertemuan tersebut. Dari kubu Ambhara, tampak Daryatmo dan Sudewo yang dipilih sebagai Ketum dan Waketum Hanura secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Hanura, belum lama ini. Dari kubu Manhattan, Waketum Gede Pasek Suardika tampak mendampingi OSO.

Wiranto menegaskan tidak ada lagi istilah kubu Manhattan dan kubu Ambhara (Dua kubu Partai Hanura). Ia pun meminta semua kader bersatu mendukung kesepakatan tersebut. “Enggak ada lagi (Manhattan dan Ambhara),” tegasnya.

Terkait dengan saling tuding mengenai isu duit mahar dan persoalan lainnya di internal Hanura, Wiranto meminta agar diselesaikan secara musyawarah.

“Kita sepakat bahwa malam hari ini kita susun saja satu tim khusus untuk menginventarisasi masalah yang ada dan untuk kemudian diselesaikan dengan baik-baik,” tandasnya.

OSO menyambut baik kesepakatan itu. Ia mengatakan persoalan yang mendera Hanura selama ini ulah pihak-pihak yang ingin Hanura terpuruk.

“Akhirnya semua mengakui kebenaran yang menentukan kehidupan partai ke depan. Jadi, ada sekelompok kecil yang ingin hancurkan partai kita,” ujarnya.

Di sisi lain, Daryatmo enggan berkomentar banyak terkait dengan kesepakatan tersebut. “Yang paling utama sekarang sepakat berdamai, rekonsiliasi dalam rangka membangun partai,” tandasnya.

Sebelumnya dua kubu itu saling lapor ke Polri. Kubu Ambhara melaporkan OSO dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang sebagai ketua partai ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut bernomor LP/106/I/2018/BARESKRIM tertanggal 23 Januari 2018. Kubu Manhattan melaporkan kubu Ambhara terkait dengan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya dengan laporan polisi LP/412/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 22 Januari 2018.(Deo/Sru/X-10)

Tinggalkan Komentar