SUMPAH(i) PEMUDA, Ini serius!

PANRITA.NEWS – Bulan ini, bulan Oktober. Bulan yang membawa bangsa yang terkenal digjaya dengan Maritimnya, Bangsa yang kaya akan kekhasan Budayanya, Bangsa yang sumber daya alamnya, di incar oleh semua negara didunia. Mengenali perbedaanya, menemukan keberagamanya dan menikmati budayanya, saling menyapa dalam harmoni yang indah.

Per-SATU-an Indonesia. 28 Oktober 1928, Pemuda atas kehendak nuraninya, bergerak untuk bersumpah. Sumpah yang membuka mata dan hati kurang lebih 17.504 warga pulau dengan kekayaan alammnya yand berbeda-beda. Kurang lebih 1.340 suku bangsa. Serta lebih dari 546 bahasa yang berbeda, untuk hidup berdampingan dan saling memahami dalam semaangat kesatuan.

Bagaimana bisa mereka melakukannya, dengan  dialeg apa mereka mencetusnya. Dan  sebenarnya! Kepada kami, kreasi – gagasan dan peran seperti apa yang mereka wariskan?. Sejenak  pertanyaan-pertanyaan ini menemukan pernyataan filosofisnya. “Mungkinkah PEMUDA mengikrarkan SUMPAH, yang mereka sendiri yakin, mewariskannya adalah sebuah petaka bagi Persatuan Indonesia?

Jika mungkin. Maka, Stempel Pemuda  sebagai Penggerak zaman tidak lagi berlaku. Sebab, mereka gagal menerjemahkan masa depan.

Jika tidak. Maka, pemuda tidak lagi boleh disebut sebagai denyut nadi zaman. Karena mereka sendiri tidak yakin pada dirinya.

Paradoks sumpah dan pemuda ahli warisnya, saat ini terjebak dalam ruang dilema. Mengejar jawaban atas pertanyaan – pertanyaannya atau Berpesta dansa menerima dirisebagai ahli waris sambil mendengarkan lagu Pop Korea, sambil bergoyang ala – ala barat. Lalu kemudian dengan dialegtika Eropa berkata, Kita sebagai pemuda berjuang keras untuk mengimbangi kemajuan zaman, Tugas kita sebagai pemuda adalah menjaga NKRI dengan melawan segala bentuk faham yang memecah belah bangsa, sebagai pemuda yang mewirisi nilai – nilai berkeaadaban, mari kita membiaskan diri kita dengan tradisi mereka, dan memberikan maaf kepada negara yng menghina dan mengklaim budaya kita.

Mari kita menampar diri kita bersama dengan melihat realitas. Indonesia yang kaya warisan Budaya, Bahasa dan Sumber daya. Apa benar kita kaya? Apakah kita, termasuk pemuda yang menghargai kekayaan itu? Atau justru kekayaaan yang ada itu, memaksa kita untuk saling menerjang, memfitnah tanpa timbangan – timbangan moralitas. Perubahan apa yang telah kita persiapkan untuk masa depan. Pribadi yang Hedonis ? Berpaham liberalis? yang melupakan asal usul negaranya, ciri khas Bangsanya, Kebudayaannya? Saat ini, Sumpah itu adalah masalah bagi Kita, Semangatnya menggugat arah pergerakan kita, Aksinya membidik kita sebagai sumber perpecahan atas nama ego kolompok? Saat ini, suka atau tidak. Memahami dan merenungkan tantangan utama identitas kepemudaan kita adalah sebuah tuntutan. Sumpah pemuda kali ini menjadi mometum  ratifikasi diri dan peran pemuda.

Sungguh sangat ironi memang , ketika Pemuda  Indonesia lebih mencintai budaya negara lain dari pada budayanya sendiri, Lebih mengenal Negar lain, dari pada pelosok negerinya sendiri, Lebih bersahabat dengan negara lain, dan mencaci bangsanya sendiri. Sementara, bisa dikatakan  bahwa bangsa indonesia dilahirkan oleh generasi yang memiliki idealisme cinta tanah air. Berterimakasihlah kepada para tokoh nasional yang mncetuskan pembentukan organisasi Budi Oetomo 20, Mey 1908. Para tokoh pencetus sumpah pemuda Oktober 1928, yang memiliki rasa cinta tanah air dan patriotisme yang begitu tinggi dalam jiwanya. Untuk apa sumpah pemuda itu diikrarkan, untuk apa setiap telinga mendengarnya, jika ahirnya sumpah itu terlupakan!

Kami pemuda dan pemudi Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Kami pemuda dan pemudi Indonesia dan mengaku berbangsa satu, Bangsa Indonesia. Kami pemuda dan pemudi Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Lihat dan Bacalah naskah sumpah pemuda, Jati diri dan identitas pemuda terangkum, terurai, terucap dalam satu karya. Sumpah pemuda adalah fakta, yang dalam makna bahasanya Pemuda adalah terjemahan Peran. Sumpah adalah terjemahan carakter dan Oktober 1928 adalah tafsir jembatan masa. Oleh karena itu, Pemuda adalah deskripsi rasa loyalitas, rasa bangga dan rasa cinta terhadap negara kita, tanah air Indonesia. Rasa yang diekspresikan, untuk mengabdi, memelihara, membela, dan melindungi tanah airnya dari segala ancaman dan gangguan. Oleh karena itu, sumpah pemuda diartikan sebagai sebuah deklarasi kebhinekaaan, yang satu dalam sikap, fikiran.

Besok, 28 Oktober 2017 Kata-kata itu kembali akan terrdengar. Kata yang menemukan dirinya dalam kedirian Pemuda. Kata yang  menghidupkan cintanya dalam gejolak kemanusiaan. Kata yang akan terucap melalui Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda yang mengatar terbentuknya Indonesia, yang menyatakan Kekayaan Indonesia,  yang  menunjukkan Jati diri Indonesia sebagai Bangsa, Bahasa dan Tanah air yang satu. SUMPAH yang menggerakkan jiwa dan semangat manusia indonesia, membentuk kemajuan dan mengutuk kemunduran. Semoga indonesia tetap berdiri tegak dan semakin jaya.

Selamat Hari Sumpah Pemuda

Bangkitlah!

Bersatulah!

Tunjukkan Bahwa Sumpah KITA masih sama.

Satu Kata, Satu Rasa. Saya Berjanji, Ini SUMPAHKU, SUMPAH PEMUDA INDONESIA.

Penulis: Zul Majjaga

Penulis adalah Wakil Sekertaris DPD Pemuda/KNPI Sulawesi Selatan

Tinggalkan Komentar