Guru Pasutri Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar di Vonis 5 Tahun Penjara

Guru Pasutri Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar di Vonis 5 Tahun Penjara

Illustrasi

Jakarta, PANRITA.News – Bustar (40), guru pasangan suami-istri (pasutri) pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), divonis hukuman 5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

Dia terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme dengan memimpin pembacaan sumpah setia atau baiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakar Albaghdadi.

“Menyatakan terdakwa Bustar Lc alias Ustad Bustar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan penjara selama 5 tahun,” demikian putusan majelis hakim seperti dilansir di website resmi PN Jaktim, Rabu (09/02/2022).

Sumpah setia itu dilakukan di Perumahan Villa Mutiara, Limboto, Sulsel, pada pertengahan 2019.

“Berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2170 tanggal 15 Agustus 2014, dan berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang pada pokoknya menetapkan bahwa ISIS sebagai organisasi teroris domestik di negara Indonesia. Serta berdasarkan Surat Republik Arab Suriah, Kementerian Luar Negeri dan Imigrasi Kedutaan, Jakarta tertanggal 3 September 2014 yang menerangkan ISIS salah satu organisasi teroris di Republik Arab Suriah merupakan organisasi terlarang,” tutur majelis.

Majelis hakim menyatakan hal yang memberatkan, yakni perbuatan Bustar tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana terorisme. Sedangkan yang meringankan, Bustar bersikap sopan di persidangan dan mengakui perbuatannya.

“Terdakwa belum pernah dihukum,” ucap majelis PN Jaktim.

PN Jaktim juga menyatakan peran Bustar adalah seorang yang rutin memberikan kajian-kajian keagamaan. Secara sepintas, apa yang dilakukan terdakwa mirip dengan apa yang dilakukan ustad-ustad pada umumnya. Namun, yang membedakan dari ustad-ustad pada umumnya adalah isi dari kajian-kajian yang disampaikan Bustar.

“Isi dari kajiannya adalah faham ISIS mulai dari 10 pembatal keislaman, syirik demokrasi hingga jihad,” beber majelis PN Jaktim.

Tinggalkan Komentar