DPPKB Bontang dan PT KNI Gelar Sosialisasi Program Perahu Kertas

DPPKB dan PT KNI Mengadakan Sosialisasi Program Perlindungan, Pemenuhan dan Kreativitas Anak Penyandang Disabilitas.

Bontang, PANRITA.News – Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan keluarga Berencana (DPPKB) bekerjasama dengan PT Kaltim Nitrate Indonesia (PT KNI) Bontang, dalam hal kegiatan Sosialisasi program Perlindungan, Pemenuhan dan Kreativitas Anak Penyandang Disabilitas (Perahu Kertas) di Kelurahan Loktuan.

Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari, yaitu tanggal 8-10 April lalu. Dalam acara tersebut hadir pula sebagai peserta kegiatan adalah Forum RT, Kader PKK, Forum Anak Kelurahan Loktuan, PIK R Platonium dan 3 Pang Laut Kelurahan, serta orangtua anak penyandang disabilitas.

Kepala dinas DPPKB Bahtiar Mabe menyampaikan, apresiasinya terhadap perushaan yang ikut membantu kegiatan sosialisasi program perlindungan, pemenuhan dan kreativitas penyandang disabilitas di Kota Bontang.

“Terimakasi kepada PT KNI yang telah memberikan suport dalam hal pemenuhan kegiatan tersebut. Selain itu Kegiatan sosialisasi dilaksanakan sebagai tindak lanjut, hasil asesmen terhadap 29 keluarga yang terdata memiliki anak penyandang disabilitas di Kelurahan Loktuan,” kata Bahtiar Mabe beberapa waktu yang lalu.

Program ini merupakan kegiatan yang mendukung pemenuhan hak anak kluster 5 perlindungan khusus dan kluster kelembagaan sebagai pelibatan kelompok dunia usaha, masyarakat, dan kelompok anak dalam mewujudkan kota layak anak.

Selanjutnya, tim program Perahu Kertas yang telah diberi pembekalan akan melakukan pendampingan terhadap anak penyandang disabilitas, keluarga, dan masyarakat, hingga menciptakan ruang untuk pengembangan potensi yang berbasis masyarakat.

“Merupakan mimpi bersama untuk menciptakan masyarakat yang inklusif hingga terwujud kehidupan yang harmonis, kehidupan yang memanusiakan manusia,” sambungnya.

Dalam agenda tersebut hadir pula Laela Siddiqah sebagai Psikolog dan sekaligus narasumber kegiatan. Dirinya menyampaikan bahwa pentingnya melibatkan seluruh unsur masyarakat, pemerintah dan dunia usaha untuk bersama-sama mendorong kepedulian terhadap anak penyandang disabilitas.

Sikap peduli akan meminimalkan berbagai perlakuan yang dapat menghambat pengembangan potensi anak penyandang disabilitas.

“Harapannya ke depan, perilaku perundungan, pengabaian, pengucilan, pengasingan, dan pandangan yang menganggap mereka tidak punya kemampuan dapat dihilangkan. Anak penyandang disabilitas pun memiliki hak yang sama dengan anak-anak lainnya, sesuai amanah UU Perlindungan Anak,” ungkapnya.

Tinggalkan Komentar