Riuh Soal Batubara di Loktuan, Nursalam Ingatkan Pemerintah untuk Tidak Salah Lagi

Bontang, PANRITA.News – Anggota DPRD Fraksi Golkar Nursalam, mengingatkan stakeholder untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan terkait kebijakan aktivitas batubara di Loktuan.

Secara gamblang, Nursalam menyebutkan beberapa aturan yang akan dilabrak apabila pihak terkait kukuh.

“Coba buka Perda provinsi Kaltim No 10 Tahun 2012,” ungkap Nursalam saat ditemui (14/3/2021).

Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Kalimantan Timur No. 10 Tahun 2012
Penyelenggaraan Jalan Umum dan Jalan Khusus Untuk Kegiatan Pengangkutan Batubara dan Kelapa Sawit.

“Di pasal 6 ayat 1 kan jelas disitu menjelaskan pasal soal larangan batubara menggunakan jalan umum,” lanjutnya.

Ia menilai, jika riak yang muncul terkait batubara di pelabuhan loktuan, banyak yang ambigu, termasuk soal menunggu pihak perusahaan melakukan pengajuan izin.

“Betul, akan ada proses yang sementara berjalan, Narasi yang dibangunkan soal perijinan, sementara pokok masalah adalah loktuan itu pelabuhan Umum,” katanya.

Mengenai Penerimaan PAD, Nursalam berpendapat jika kecil kemungkinan ada pos penerimaan Pad dan dampak multiplier effect yang akan dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat sekitar.

“PAD nya dari mana, jikapun ada, itu hanya sekali dalam pengurusan ijin, selebihnya adalah, PAD akan dinikmati darimana Batubara itu berasal,” terangnya.

Selain Perda Provinsi, Nursalam juga menyoal Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). 

Menurutnya, pemerintah bisa memanfaatkan kawasan Bontang Lestari yang telah menjadi aktivitas industri, Sehingga tidak perlu melakukan aktivitas bongkar muat di wilayah Lok Tuan yang daerahnya padat penduduk.

“Kalau betul ada investasi, coba contoh perusahaan yang mengeluarkan tidak sedikit modalnya dibontang lestari, apalagi jelas peruntukannya ada RtRw koq,” lanjutnya lagi.

Nursalam menarik perhatian netizen, melalui unggahan di medis sosial Nya.

“Soal tulisan saya, hanya bersifat arahan, untuk mengingatkan sahabat saya, bahwa dulu ada pengalaman, walaupun kasus nya berbeda,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar