Bakhtiar Wakkang Usul Pemkot Bontang Buat Aplikasi Pasar

Anggota Komisi II DPRD kota Bontang, Bakhtiar Wakkang.

Anggota Komisi II DPRD kota Bontang, Bakhtiar Wakkang.

Bontang, PANRITA.News – Problematika soal inventarisir pedagang di tiga pasar kota Bontang, diakui masih menggunakan sistem konvensional, tidak ada role model untuk menata sistem informasi yang dapat terkoneksi dengan satu sistem.

Hal itu terungkap pada Rapat dengar pendapat (rdp) Komisi 2 DPRD Bontang dengan Dinas Perindagkop yang membahas progres pasar sementara dan pasar baru loktuan, Rabu (10/3/2021).

Anggota Komisi II DPRD kota Bontang, Bakhtiar Wakkang, mengusulkan kepada Perindagkop tidak bergantung pada sistem Manajemen administrasi seperti sekarang.

“Saya harap pak Asdar, bikin telaan staf, buat kajian pak, bagaimana para pedagang bisa terdata dengan baik, dengan membuat semacam aplikasi, membuat sebuah sistem yang terintegrasi,” ujar BW akronim nama Bakhtiar Wakkang.

Menurutnya, Dinas Perindagkop dapat mencari role model yang menggunakan sistem yang baik dalam pengelolaan Pasar.

BW sapaan akrabnya, membeberkan jika Bontang adalah sebuah kota yang pemerintah nya punya visi misi smart City, Greend City, dan kreatif city.

“Kalau mau kreatif, buat telaan staf dan kajian, ajukan ke Komisi 2 kita dukung,” ucap BW bersemangat.

Asdar Ibrahim Kepala Dinas Perindagkop UMKM Bontang, sumringah dengan usulan BW, bahkan usulan tersebut telah menjadi program prioritas Kantor yang di pimpinnya tersebut.

“Ini sudah kami program, dan anggarannya tidak banyak, untuk aplikasi 3 pasar dibontang. kami ucapkan terimakasih untuk usalannya, ini menjadi penyemangat,” pungkasnya.

Asdar menjelaskan jika aplikasi yang disiapkan, akan menjadikan pasar di kota Bontang bisa terkoneksi dengan baik.

“Segera pak, kami usahakan bisa 2 sampai 3 bulan aplikasi nya sudah siap, jika dapat dukungan dari komisi 2,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar