IT Master Plan Bank Sulselbar, Beri Pelayanan Prima di Tengah Pandemi

Bank Sulselbar. (IST)

Makassar, PANRITA.News – Dalam beberapa tahun terakhir, bank-bank yang termasuk kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) terus meningkatkan kehandalan sistem TI-nya, salah satunya melalui penerapan digital banking di internal dan dalam memberikan layanan. Tujuannya agar tidak ketinggalan dalam persaingan di industri perbankan yang kian ketat. Terlebih, di saat pandemi Covid-19 sekarang ini, dengan adanya keharusan mentaati Protokol Kesehatan maka digitalisasi makin jadi keniscayaan, Senin (2/11).

Langkah itu juga yang tengah dilakukan PT BPD Sulawesi Selatan dan Barat (Bank Sulselbar). Hal yang jadi trigger atau pemicunya adalah, pertama, adanya kebutuhan nasabah dan masyarakat, termasuk milenial, saat ini terhadap kemudahan layanan yang dapat diberikan dalam bentuk digital banking; kedua, meningkatkan kinerja setiap unit yang ada di Bank Sulselbar; terakhir, ingin memberikan layanan terbaik dalam tata kelola dana-dana Pemerintah Daerah Sulselbar, sebagai pemegang saham terbesarnya.

Untuk mewujudkannya, maka IT Master Plan Bank Sulselbar pun diarahkan pada, pertama, penyediaan fitur digital banking dengan konsep strategic partner, seperti bekerja sama dengan bank besar atau perusahaan fintech. Kedua, menerapkan digitalisasi proses kerja di setiap unit. Dan ketiga, elektronifikasi tata kelola penerimaan dan pengeluaran Pemda.

Demikian disampaikan Muhammad Iqbal, Pemimpin Grup Teknologi Informasi Bank Sulselbar saat mengikuti sesi Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 secara online yang digelar Majalah IT Works, Senin, 26 Oktober 2020. Turut mendampinginya, Tim TI Bank Sulselbar, yakni Ari Hidayat, Pemimpin Departemen Pengembangan TI; Aiman Nuraddin, Senior Assisten Infrastruktur TI; Zulfadli Sakani, Bussines Analyst TI; Adam Malik Senior, Assisten Operasional TI; dan Moch. Zikir Junapa, Programmer.

Bank Sulselbar saat mengikuti sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2020 secara online yang digelar Majalah IT Works di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2020. (Dokumentasi IT Works)

Solusi Bisnis.

“Sistem elektronifikasi dana pemda ini banyak jenisnya dan sudah terkoneksi antara sistem kami dengan sistem TI di pemda sendiri. Baik untuk penerimaan maupun pengeluaran dana pemda. Hal ini tak hanya untuk mempermudah layanan menjadi lebih efektif dan efisien, sekaligus juga untuk mempermudah mitigasi risiko layanan. Dan topologi arsitektur TI kita juga digunakan oleh beberapa pemda lainnya,” terang Muhammad Iqbal.

Menurutnya, inovasi sistem TI Bank Sulselbar yang sudah diintegrasikan di program Pemda antara lain: Program Transaksi Non Tunai (Sistem Pembayaran), Program Optimalisasi Penerimaan Daerah (Sistem Penerimaan), Program Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (eSamsat Lokal Sulselbar), Hospital Billing (sistem pembayaran/keuangan RS Daerah), Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sampai sistem transaksi penerimaan pembayaran PDAM.

Bahkan, sistem TI yang dikerjasamakan ini tak hanya dengan Pemda, tapi juga dengan Pemerintah Pusat di antaranya Modul/Form Penerimaan Pajak Negara (Versi 3.0), Interkoneksi Data Dukcapil, Penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (SiBOS), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terkait pembiayaan rumah subsidi, Sistem Pembayaran Samsat Online Nasional (Polri, Sulsel & Sulbar), SIKP (Sistem Informasi Kredit Program) dan SPRINT (Sistem Pengelolaan Rekening Terintegrasi) dengan Kementerian Keuangan.

Lebih lanjut Iqbal memaparkan, sebagai entitas perbankan tentu saja produk Mobile Banking Bank Sulselbar juga jadi kebanggaan. M-Banking ini menjadi solusi bisnis dan dikembangkan mulai tahun 2018 lalu. Terlebih di era pandemi, ini jadi layanan yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi perbankan di mana saja melalui ponsel atau smartphone.

“Layanan mobile banking ini menggunakan menu yang sudah tersedia melalui aplikasi dan dapat diunduh dan di-install oleh nasabah. Memiliki sejumlah fitur unggulan transaksi perbankan, QRIS, elektronifikasi pendapatan daerah, seperti pembayaran PBB, Samsat, dan PDAM,” terang dia.

Di tengah era kenormalan baru (New Normal), M-Banking Bank Sulselbar menyediakan Mobile Loan atau fasilitas mengajukan pinjaman dan kredit melalui Mobile Banking. “Jadi, jika nasabah mau mengajukan permohonan fasilitas kredit tak perlu datang ke kantor bisa via Mobile Banking. Solusi ini mendukung anjuran pemerintah untuk tetap di rumah selama pandemi Covid-19 ini. Produk ini baru dikembang di tahun 2020,” ungkap Muhammad Iqbal.

Sejauh ini, Iqbal menilai respon nasabah terhadap produl digital Bank Sulselbar terus meningkat. Hal ini terlihat dari semakin tingginya transaksi perbankan yang menghasilkan fee based income cukup besar. Maka, dirinya merasa bangga lantaran Tim unit TI dapat berkontribusi terhadap laba perusahaan.

Ke depan untuk tahun 2021-2025, arsitektur Master Plan IT Bank Sulselbar akan terus dikembangkan. Salah satunya, akan menghadirkan aplikasi yang dapat menghubungkan masyarakat dengan pedagang pasar, serta melibatkan komunitas ojek lokal atau pangkalan. Sehingga hadirnya aplikasi ini bisa menguntungkan semua pihak.

Juga terus mengembangkan TI yang mendukung produk atau layanan dari Bank Sulselbar yang ditujukan ke kalangan milenial yang cukup besar jumlahnya sebagai calon nasabah potensial. Sehingga bank ini bisa menjadi idola kalangan kaum muda menyaingi bank-bank besar nasional yang ada di Sulselbar.

“Sekarang kami tengah giat menggarap pasar milenial agar BPD ini menjadi idola mereka. Bahkan kita akan luncurkan produk Tabungan Pelajar. Dan belum lama ini kami meluncurkan Digital Lounge dengan satu mesin ATM yang kami set seperti cafe dan itu bisa kami jadikan tempat edukasi ke siswa,” jelas Muhammad Iqbal

Kemudian terkait security, Bank Sulsebar juga akan terus meningkatkan kehandalan sistem TI -nya. “Kami memastikan sistem TI Bank Sulselbar terus di-back up cyber security-nya untuk menghalau segala serangan cyber crime. Dengan demikian, bank ini dapat beroperasi dengan baik dan aman,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar