Bank Sulselbar Launching Program OSOA Tingkatkan Mutu Literasi

Makassar, PANRITA.News – PT. Bank Sulselbar melaunching dan implementasi Program One Student One Account (OSOA) kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Wilayah III Bone-Sinjai dengan PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Bone, acara tersebut dipusatkan di SMK Negeri 1 Bone, Sabtu (10/10/2020).

Gelaran itu disaksikan langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Jufri, Sekretaris Disdik Provinsi, Kepala Bidang Pembinaan SMA, SMK, dan Kepala Bidang Tektom, Ketua Tim TGUPP, dan Kepala Bagian Tata Usaha Dinas pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

Salah satu tujuan OSOA, yakni memperkuat literasi keuangan di kalangan pelajar se-Sulsel, sehingga kebiasaan menabung dapat menjadi kebiasaan yang dilaksanakan sejak dini dan juga menjadi sumber pembiayaan pembangunan yang memperkuat sistem keuangan Sulsel dan nasional.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong inklusi keuangan di masyarakat sesuai dengan regulasi nasional.

Dalam acara tersebut juga dirangkaikan penandatanganan MOU Simpanan Pelajar (Simpel) antara Bank Sulselbar Cabang Utama Bone, dan SMKN 1 Bone dan SMAN 1 Bone sekaligus diadakan pembukaan rekening simpel oleh pelajar yang mewakili pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Bone, dengan perwakilan masing-masing 2 pelajar tiap sekolah.

Tidak sampai disitu, juga diadakan pameran produk unggulan SMA dan SMK se Kabupaten Bone.

“Dengan program OSOA itu, diharapkan para pelajar memiliki rekening Tabungan Simpel sebagai sarana untuk melatih kebiasaan menabung sejak dini. Program OSOA ini tidak lepas dari penanaman karakter positif kepada pelajar guna membiasakan menabung sejak dini yang mampu memberikan pembelajaran terhadap anak,” papar Andi Mulyadi, Pimpinan PT Bank Sulselbar Cabang Utama Bone.

Selain itu kata Andi Mulyadi, pelajar dapat diajarkan bagaimana cara hidup hemat, mulai mempertimbangkan kondisi keuangan di masa depan dan belajar mengelola pengeluaran dan pemasukan ekonominya kelak.

“Selama ini para pelajar menabung di sekolah dengan menyerahkan uang kepada guru atau koperasi. Diharapkan tabungan di sekolah diganti dengan menabung di Bank,” harap Mulyadi.

Tinggalkan Komentar