Pemprov Sulsel dan BNPB RI Gelar Penataran Bencana

Pemerintah Provinsi dan Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) RI mulai membahas terkait pemetaan penanggulangan bencana.

Makassar, PANRITA.News – Pemerintah Provinsi dan Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) RI mulai membahas terkait pemetaan penanggulangan bencana yang berlangsung di Kantor Gubernur, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Senin (10/2/2020).

Pemetaan manajemen bencana ini diikuti oleh seluruh Forkopimda Sulsel dan kepala daerah serta Forkopimda 24 kabupaten/kota se-Sulsel. 

Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah mengatakan bahwa kegiatan tersebut penting dilakukan dalam upaya menghadapi bencana yang kerap terjadi di Sulsel. 

“Kegiatan ini memang sangat penting apalagi tahun 2019 lalu, ada sebelas daerah yang dilanda banjir, longsor dan angin puting beliung,” kata Nurdin Abdullah mengawali sambutannya pada kegiatan tersebut.

Nurdin Abdullah berharap, agar kedepan seluruh elemen pemerintahan, baik pemerintah daerah, Polres dan Damdim dapat sama-sama menghadapi tantangan bencana alam.

“Saya setiap kunjungan ke daerah saya menyempatkan bertemu dengan masyarakat petani, saya mengajak Polres, Dandim dan semuanya untuk menjaga alam dan hutan kita,” ungkap Mantan Bupati Bantaeng ini. 

Kepala BNPB RI, Letjen Doni Monardo membeberkan, berdasarkan data dari pihak BNPB RI, kerugian yang disebabkan bencana alam di Indonesia, baik tsunami, gempa, banjir longsor dan bencana lainnya tahun 2019 mencapai Rp81,8 triliun. 

Sedangkan di tahun 2020 ini hingga saat ini sudah tercatat sebanyak 455 bencana alam yang melanda Indonesia, termasuk di Sulsel sendiri. 

“Tanpa kolaborasi sangat sulit untuk kita hadapi bencana alam. Jadi dibutuhkan kolaborasi seperti ini baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten bahkan sampai level paling bawah seperti RT dan RW,” jelas Doni Monardo.

Tinggalkan Komentar