Mahasiswa UINAM Bakar Lilin dan Doa Bersama untuk Almarhum Asmaul Husna

Mahasiswa UINAM Bakar Lilin dan Doa Bersama untuk Almarhum Asmaul Husna

Mahasiswa UINAM Bakar Lilin dan Doa Bersama untuk Almarhum Asmaul Husna.

Gowa, PANRITA.News – Puluhan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar (UINAM) menggelar aksi bakar lilin dan pembacaan Al Quraan Surat Yasin untuk Asmaul Husna, korban pembunuhan oleh kekasihnya beberapa hari lalu.

Kegiatan ini berlangsung di depan pintu gerbang masuk Kampus II UINAM, Jalan Syahrul Yasin Limpo, Kabupaten Gowa, Senin, (16/12/2019) malam.

Aeini selaku Koordinator Lapangan (Korlap) yang juga merupakan mahasiswa akhir di UINAM mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan renungan sekaligus doa bersama untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINAM yang meninggal dunia.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Uus dengan nama lengkap Asmaul Husna (21) ini tewas dibunuh oleh kekasihnya yang disinyalir ada hubungan gelap.

“Kami sedih dengan peristiwa yang menimpah saudara kami. Kami melihat ini bukan sekedar peristiwa tragis tapi lebih sebagai kekerasan seksual dan pelanggaran berat maka wajib pelaku dihukum berat,” tegas Aeini.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada upaya tegas dari seluruh pihak utamanya negara dalam melindungi dan menghapus kekerasan terhadap perempuan.

“Itulah sehingga penting UU PKS disahakan. Di lain sisi, perlu pendiskusian lebih panjang di seluruh elemen masyarakat bahwa penghapusan kekerasan harus hidup dalam kesadaran masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, kata Aeini, kecenderungan pelaku kekerasan atau kejahatan adalah orang-orang terdekat.

Selain doa bersama, puluhan mahasiswa UINAM kemudian berdiskusi bersama membahas motif-motif kekerasan terhadap perempuan.

“Tewasnyan Uus adalah kekerasan dan kejahatan berat, tapi bukan cuman itu karena banyak kasus kekerasan yang ditutupi bahkan tak ingin dibicarakan, padahal untuk upaya penyelesaian kekerasan tersebut harus dibicarakan, dan pelaku tentu harus dihukum seberat-berat, karena menghilangkan nyawa seseorang adalah pelanggaran berat,” kuncinya.

Tinggalkan Komentar