Ketua MUI Minta JMS Aktifkan Crash Program Keagamaan

Ketua MUI Minta JMS Aktifkan Crash Program Keagamaan

Bakal calon Bupati Bulukumba, Jamaluddin M Syamsir didampingi Ketua Lakpesdam PCNU Bulukumba, Muhammad Nur Al A’la menemui Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bulukumba, H. Tjamiruddin di kediaman ketua MUI, Jl. H.Abd. Karim Kota Bulukumba, Senin (14/10/2019).

Bulukumba, PANRITA.News – Pertemuan bakal calon Bupati Bulukumba, Jamaluddin M Syamsir yang akrab disapa JMS dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Bulukumba, H. Tjamiruddin ditanggapi JMS sebagai pertemuan antara orang tua dan anak.

Layaknya sebagai anak yang punya hajatan penting, tentu menjadi kewajiban untuk meminta restu, mendengarkan saran dan masukan-masukan sekaligus “mappatabe” kepada orang tua, termasuk orang-orang yang dituakan.

“Ketua MUI itu sudah seperti orang tua saya, makanya wajib hukumnya saya minta restu dan mendengarkan wejangan-wejangan dari beliau, khususnya dalam upaya pembangunan sosial keagamaan masyarakat Bulukumba,” ungkap JMS.

Pada pertemuan yang berlangsung di kediaman ketua MUI, JL. H.Abd. Karim Kota Bulukumba, Senin (14/10/2019), JMS didampingi Ketua Lakpesdam PCNU Bulukumba, Muhammad Nur Al A’la.

H. Tjamiruddin selaku Ketua MUI menitipkan kepada JMS, jika kelak masyarakat memberi amanah kepada JMS untuk menjadi Bupati, maka hal utama yang diminta adalah mengaktifkan kembali crash program keagamaan yang ada di Bulukumba.

Permintaan ketua MUI disambut baik oleh JMS, sebab memang dalam Visi misinya untuk mewujudkan Bulukumba Berjaya, salah satu yang diprioritaskan adalah mendorong pembangunan sosial keagamaan dengan kembali mengaktifkan dan merevitalisasi crash program keagamaan.

“Bulukumba ini dikenal sebagai daerah yang menjungjung tinggi nilai-nilai sosial keagamaan, makanya penting untuk dioptimalkan beberapa regulasi yang bisa meningkatkan akhlakul Karimah dan kesalehan sosial masyarakat Bulukumba,” tegas JMS.

Bahkan JMS menilai, jika crash program keagamaan diaktifkan, maka tidak sulit lagi kita memikirkan cara untuk mensejahterakan para Imam Masjid yang ada di Desa dan di Kelurahan, termasuk meningkatkan kesejahteraan para guru TKA/TPA dan kesejahteraan Guru mengaji tradisional yang ada di desa-desa.

Secara teknis, JMS menjelaskan, bahwa dengan mengaktifkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Zakat, infaq dan sedekah dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba saja itu sudah bisa dipakai untuk membiayai program sosial keagamaan.

Dari hasil Zakat, Infaq dan sedekah itulah yang nantinya didistribuksikan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan Imam Masjid, Guru TKA/TPA serta Guru mengaji Tradisional.

“Zakat, Infaq dan sedekah dari kalangan ASN Lingkup Pemkab Bulukumba, insya Allah bisa dipakai untuk kesejahteraan Imam Masjid, Guru TKA/TPA dan juga kesejahteraan Guru-guru Mengaji tradisional yang ada di Desa-desa”, Kata JMS.

Selain itu, menurut JMS zakat juga bisa dipakai untuk pemberdayaan Ummat. “Jika nanti diberi amanah untuk memimpin Bumi Panrita Lopi, maka keberadaan Zakat bisa dioptimalkan fungsinya untuk bantuan modal usaha bagi masyarakat,” kunci JMS.

none

Tinggalkan Komentar

Loading...