Soal Pengaturan Tender di Sinjai, AMP dan 3 Legislator DPRD Akan Laporkan ke Kajati, Polda dan KPK

Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Pemuda (AMP) Sinjai, Rola Suryanama. (Ist)

Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Pemuda (AMP) Sinjai, Rola Suryanama. (Ist)

Sinjai, PANRITA.News – Setelah Aliansi Mahasiswa dan Pemuda (AMP) Sinjai menjelaskan bukti-bukti atas laporan kasus dugaan pengaturan lelang tender, beberapa anggota DPRD Sinjai mulai geram.

Anggota DPRD Sinjai akan menindaklanjuti serta melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati), Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel), serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu, (24/7/2019).

Anggota DPRD Kabupaten Sinjai, Amsul Mappsara fraksi PBB sangat geram dan menegaskan bahwa hal ini harus dihindari, indikasinya sudah jelas.

“Kalau teman-teman DPRD yang lain tidak mau menindaklanjuti, maka saya sendiri yang akan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan, Polda dan KPK,” tegasnya.

Senada dengan itu, legislator DPRD Sinjai, Haeril Amir mengatakan, bahwa dirinya sepakat untuk ditindaklanjuti hal tersebut.

“Karena memang banyak temuan kasus sekarang di ULP kalau tidak salah 153 kasus yang sedang berjalan untuk keseluruhan di Sulawesi Selatan,” katanya.

Juga sama yang respon dari legislator Partai Nasdem, A Wirawan Hamsah, yang juga marah pada persoalan pembongkaran aset.

“Kami dan teman-teman akan segera memanggil bagian aset untuk konfirmasi bagaimana proses lelang asetnya. Belum selesai tender untuk pembangunan, bangunan sudah dirobohkan semua,” kesalnya.

Sementara itu, AMP Sinjai juga akan melaporkan kasus ini ke Polda dan Kejaksaan Tinggi Sulsel dan tetap mengawal kasus ini dan akan memberi peringatan ke pihak RSUD Sinjai.

“Kami akan minta berkas-berkas taksiran dan dokumen lainnya, jangan sampai bertanda tangan kontrak, sementara kasus ini masih berjalan,” tegas Koordinator AMP, Rola Suryanama.

Tinggalkan Komentar