Tertangkap Mesum di Masjid, Sepasang Remaja Nyaris Diamuk Massa

Aceh Besar, PANRITA.News – Dua Remaja berstatus pelajar diduga berbuat mesum di lantai atap masjid Jamik Baitul Muttaqin Sareei Kabupaten Aceh Besar.

Keduanya nyaris diamuk massa dan langsung dilarikan ke kantor polisi syariat setempat.

Pemberitaan mesum kedua remaja ini mejadi viral setelah beredarnya video mesum keduanya di media sosial, termasuk grup WhatsApp.

Dalam video tersebut terlihat keduanya melakukan hubungan suami istri di lantai teras atap masjid, meski masih berpakaian lengkap.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja-Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Aceh Besar, Muhammad Rusli mengatakan, keduanya masih berusia di bawah umur dan merupakan pelajar sekolah menengah atas.

“Benar, keduanya diantar warga ke kantor kami tadi malam, keduanya masih tergolong di bawah umur dan kini penanganannya sudah dialihkan ke unit PPA Polda Aceh,” ujar Rusli, seperti dilansir Kompas, Senin (25/2/2019).

Dari kronologis yang dihimpun oleh petugas Satpol PP-WH Aceh Besar, kedua remaja ini mengaku berkenalan dari layanan Facebook, dan kemudian janjian untuk bertemu.

“Mereka berasal dari daerah kecamatan yang berjauhan, dan menurut pengakuan keduanya sudah lama berkenalan di Facebook, lalu berpacaran dan kemudian memutuskan untuk melakukan pertemuan, lalu memilih bertemu di kawasan Saree Aceh Besar, karena lokasi ini tidak terlalu jauh dari lokasi tempat tinggal si remaja perempuan,” ujar Rusli.

Keduanya tertangkap basah saat melakukan hubungan pada Minggu sore oleh sejumlah warga yang mencurigai gerak-gerik mereka masuk ke masjid sekitar pukul 18.00 dan kemudian langsung menuju bagian atas masjid.

Warga sempat merekam perbuatan tersangka terlebih dahulu dengan menggunakan telepon genggam dan kemudian menggerebek keduanya.

“Memang sempat dipukul beberapa kali oleh yang menggerebek, tapi kemudian langsung dilerai dan langsung menelepon kami petugas dan akhirnya dibawa ke kantor Satpol PP-WH” kata Rusli.

Rusli mengimbau kepada orangtua dan keluarga untuk senantiasa mengawasi aktivitas anak dan anggota keluarga masing-masing, dan tidak hanya menyerahakan sepenuhnya pengawasan anak-anak kepada lembaga pendidikan semata.

“Kami sering menemukan anak-anak bolos sekolah dalam beberapa kali operasi razia, pernah juga ditemukan dalam tas mereka kain sarung dan pakaian dengan berbagai alasan yang tidak jelas,” ungkap Rusli.

Sumber: Kompas |

Tinggalkan Komentar