Sesalkan Capres-Cawapres Hindari Pemaparan Visi Misi, Andi Arief Disebut ‘Politisi Kardus dan Kontainer’

Makassar, PANRITA.News – Setelah KPU menyatakan batal memfasilitasi sosialisasi penyampaian visi-misi capres-cawapres, Politisi DPP Partai Demokrat Andi Arief angkat suara.

Andi Arief menyesalkan pihak paslon menghindar untuk memaparkan visi dan misi di hadapan publik. Namun, ia tidak menyebutkan paslon yang dia maksudkan.

Andi Arief menilai, jika visi misi tersebut tidak dibacakan di hadapan publik maka bisa berpotensi menjadi bumerang bagi masyarakat, termasuk untuk kemenangan dan kekalahan kedua pasangan Capres dan Cawapres Republik Indonesia nantinya.

“Visi Misi itu harus dibacakan Paslon di depan publik agar Publik tahu mau dibawa kemana negeri ini 5 tahun berikutnya. Kalau Paslon menghindar soal visi misi itu sama juga ada rute terselubung berbahaya akan dilalui negeri ini,” demikian tulis Andi Arief melalui akun Twitternya, @AndiArief__, Minggu (5/1/2019).

Tulisan Andi Arief sontak menuai reaksi dan komentar dari para netizen. Bahkan, tidak sedikit yang angkat bicara mengenai fenomena politik Indonesia yang sudah mulai memanas pasca dilengserkan dua panelis pada debat perdana Pilpres 17 Januari 2019 mendatang.

“Paslon mana yg menghindar? Mana buktinya?  Memangnya ada kewajiban KPU memfasilitasi paslon memaparkan visi misi?,”  kata nitizen melalui akun twitternya Donal.Palugada.

Netizen lainnya juga membalas cuitan Andi Arief dengan mengarahkan permasalahan tersebut, bersumber dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

“Paranoid bangetz, emang DPR tidur ja krj nya hingga g bisa awasi Pemerintah….hadew,” demikian kritikan tersebut melalui akun twitter Erwin Karisna Putra.

Tidak kalah ‘panas’, kritikan akun twitter atas nama Ahmadseyd menilai, jika calon pemimpin tidak memiliki misi, maka katanya, jangan mengajukan diri untuk menjadi pemimpin.

“Tak punya fisi misi hanya punya misteri
janganlah jadi pemimpi jika tak ada fisik memimpin negri,” demikian tulisnya.

Lebih lanjut, kritikan pedas lainnya dialamatkan kepada ‘politisi kardus dan politis kontainer’ yang viral beberapa waktu lalu.

“Politisi kardus dan kontainer 😁😁😁 al kazab,” berikut tulisnya melalui akun twitternya yang bernama Deka_m3k1.

Sebelumnya, KPU menyatakan batal memfasilitasi sosialisasi penyampaian visi-misi capres-cawapres yang sedianya diadakan 9 Januari 2019. Sosialisasi diserahkan ke pasangan calon.

“Sosialisasi visi misi tadi malam juga sudah diputuskan, silakan dilaksanakan sendiri-sendiri tempat dan waktu yang mereka tentukan sendiri. Jadi tidak lagi difasilitasi KPU,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di Hotel Mandarin Oriental, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).

KPU, menurut Arief, tidak memberi fasilitas karena adanya keinginan yang berbeda dari tim paslon Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Timses-lah yang akan melakukan sosialisasi sendiri.

Leave a Reply