Liestiaty F Nurdin Ungkap Langkah Sederhana Cegah Kanker

Makassar, PANRITA.News – Dalam upaya pencegahan penyakit kanker, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Hj Liestiaty F Nurdin mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik.

Hal itu disampaikan Liestiaty di depan ratusan peserta Sosialisasi Kanker Pada Wanita di Aula Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Sulsel, Rabu (26/12/2018).

“Semoga masyarakat kita dapat mengurangi penggunaan plastik, apalagi Ibu-ibu. Jadi kalau belanja ke pasar gunakanlah kantongan yang bisa dipakai berulang kali,” ujarnya. 

Istri Gubernur Prof Nurdin Abdullah ini menekankan pentingnya membudayakan kantongan berbahan non plastik seperti anyaman daun dan sebagainya. Dia mencontohkan, penggunaan botol plastik minuman yang bisa diefisienkan dengan membawa tumbler ke tempat kerja.

Menurut Liestiaty, plastik menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker, khususnya kanker payudara dan mulut rahim bagi kaum perempuan.

Selain itu menurutnya, kanker merupakan pembunuh terbesar kedua di Indonesia. Namun, hal tersebut tak jarang terjadi karena kelalaian. Penggunaan produk rumah tangga yang mengandung mikroplastik secara berlebihan menurutnya menjadi salah satu penyebabnya.

“Kita yang suka memakai odol yang ada biji-bijinya itu ada mikroplastiknya. Begitu pun scrub muka dan scrub sabun badan,” jelas mantan Ketua TP-PKK Kabupaten Bantaeng itu.

Terkait langkah strategis, jelasnya, akan diambil PKK untuk mengantisipasi merebaknya kreset sebagai wadah kantongan maupun pembungkus makanan.

Dia mengatakan telah menyampaikan kepada Gubernur Sulsel untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) terkait masalah ini.

Di tempat terpisah, Ketua Panitia Sosialisasi, Heria Muhari menyampaikan, jika kegiatan itu adalah rangkaian peringatan Hari Ibu Nasional yang ke-90 di tingkat Provinsi Sulsel. 

Dari hasil pantauan, kegiatan tersebut turut dhadiri Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XIV/Hasanuddin, Endang Surawahadi, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Bhayangkari Polda SulSel, Anna Umar Saptono dan Pengurus Pusat Yayasan Kanker Indonesia.

Leave a Reply