Bagikan 1.300 Serifikat Tanah, Jokowi Bahas Hoax PKI

Lampung Tengah, PANRITA.News – Hadir dengan memakai kain tapis khas Lampung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 1.300 sertifikat tanah untuk warga Lampung.

“Tadi di Lampung ada 264 ribu yang akan dibagikan. Di Lampung ada 30 ribu yang akan diberikan, sebagian sudah, sebagian di bulan November dan Desember ini. Dan hari ini ada 1.300 yang diberikan kepada Bapak-Ibu sekalian,” jelas Jokowi dalam pidatonya di Lapangan Tenis Indoor Pemda Lampung Tengah, Lampung, Jumat (23/11/2018).

Pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas tentang hoax yang mengarah kepada dirinya. Ia merasa gerah dengan sekian tuduhan tersebut, terutama soal tuduhan dirinya aktivis PKI. Jokowi mengaku heran dengan masih adanya orang yang mempercayai isu tersebut.

“Saya kadang sedih kalau sudah masuk tahun politik isinya fitnah, kabar bohong, saling hujat. Coba dilihat di medsos, Presiden Jokowi itu PKI. Fitnah seperti itu, PKI dibubarkan 1965-1966, lahir saya tahun 1961. Berarti umur saya baru 4 tahun, la kok bisa diisukan Presiden Jokowi aktivis PKI. Apa ada PKI balita? Ya kan masih balita, 4 tahun,” ujar Jokowi.

Bahkan, Jokowi menyebut ada 9 juta penduduk Indonesia yang mempercayai isu tersebut. Dia mengaku sudah 4 tahun diserang isu PKI.

“Coba di medsos, itu adalah DN Aidit pidato tahun 1955. La kok saya ada di bawahnya? Lahir saja belum, astagfirullah, lahir saja belum, tapi sudah dipasang. Saya lihat di gambar kok ya persis saya. Ini yang kadang-kadang, haduh, mau saya tabok, orangnya di mana, saya cari betul,” tambah Jokowi.

“Saya ini sudah 4 tahun diginiin, Ya Allah, sabar, sabar, tapi saya sudah bicara karena ada 6 persen yang percaya berita ini. Enam persen itu 9 juta (penduduk) lebih lo. La kok percaya?” tambahnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga menepis isu yang menyebut dirinya antek asing dan melakukan kriminalisasi ulama.

“Ada kriminalisasi ulama, saya tiap hari dengan ulama. Tiap hari, tiap minggu, keluar-masuk pondok pesantren, kok. Kriminalisasi yang mana? Jangan isu seperti ini yang dipercayai, berbahaya sekali kita nanti,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar