AMPT Desak PT Vale dan Bupati Sediakan Listrik 5 Desa di Luwu Timur

Makassar, PANRITA.News – Aliansi Mahasiswa Pesisir Towuti (AMPT) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (6/11/2018). Aksi tersebut menuntut pengadaan listrik 24 jam untuk 5 Desa di Luwu Timur.

Diketahui, aksi AMPT ini merupakan aksi lanjutan setelah sebelumnya melakukan aksi di tempat dengan tuntutan yang sama pada tanggal 23 Oktober 2018.

“Ini adalah aksi yang kedua dan kami berjanji akan terus melakukan aksi ketika tuntutan kami tidak diindahkan dan kami jga menegaskan aksi ini tidak ditunggangi oleh kepentingan manapun,” ungkap Syahrul selaku Jendral Lapangan.

Selain itu, Syahrul yang kerap disapa Allu itu membeberkan bahwa dirinya pada 23 Oktober 2018 bertemu dengan DPRD Provinsi dari Luwu Raya namun tidak ditanggapi.

Padahal, menurut Allu, tuntutan dari AMPT untuk memberikan keadilan bagi 5 desa di pesisir Towuti dalam hal ini, Loeha, Ranteangin, Bantilang, Tokalimbong dan Masiku untuk tersedianya aliran listrik 24 jam.

Ia menegaskan bahwa daerah pesisir Towuti dengan sumber daya alam dan perusahaan besar di dalamnya dalam hal ini PT Vale gagal dalam memberdayakan masyarakat setempat dan daerah setempat di pesisir Towuti khususnya 5 Desa tersebut.

“Mendesak pemda Luwu Timur dalam hal ini Bupati Thorig Husler dan DPRD Sulsel Luwu Raya untuk berhenti berbohong dan menepati janjinya. Selain itu, sumber listrik PT Vale dari Danau Towuti. Olehnya itu kami minta untuk memberikan timbal balik kepada 5 desa itu, atau PT Vale cari sumber listrik sendiri saja,” tegas Allu.

Diketahui titik aksi dari fly over dilanjutkan aksi di depan kantor DPRD dengan membakar ban. Aksi juga sempat tegang karna aparat kepolisian mencoba membubarkan aksi.

Tinggalkan Komentar