Polisi Malaysia Tembak Mati Seorang WNI

Alor Gajah, PANRITA.News - Kepolisian Malaysia (PDRM) tembak mati dua lelaki, satu warga lokal dan satunya lagi warga negara Indonesia (WNI). Kedua orang yang diduga kuat terlibat sejumlah kasus perampokan ini ditembak di Taman Sri Bayan, Alor Gajah, negara bagian Melaka.

"Korban tembak mati terkait delapan kasus perampokan, dua di Johor dan empat di Selangor." kata Kepala Polisi Daerah Alor Gajah, A. Asmadi Abdul Aziz.

Menurut Asmadi insiden penembakan bermula ketika PDRM sedang melakukan patroli pencegahan kriminal di daerah Bukit Aman. Saat patroli mereka melihat sebuah mobil Mercedez Benz mencurigakan.PDRM pun memutuskan menghentikan mobil itu. Tiba-tiba, tembakan dilepaskan dari arah mobil tersebut.

"Seorang dari korban telah melepaskan tembakan ke arah polisi untuk mempertahankan diri. Polisi kemudian melepaskan tembakan balasan ke arah korban. Korban meninggal dunia di tempat kejadian," kata Asmadi seperti dikutip Antara, Selasa (16/1/2018).

Tembakan PDRM tersebut menyebabkan dua orang yang berada di dalam mobil tewas. Setelah menggeledah mobil, PDRM menemukan pistol jenis Norinco bersama tiga butir peluru aktif dan sebutir selongsong peluru.Dari penyelidikan awal polisi mempercayai bahwa kedua korban merancang untuk melakukan perampokan di Cheng hari Minggu. Kasus diselidiki mengikuti pasal 307 KUHP.

Alor Gajah, PANRITA.News – Kepolisian Malaysia (PDRM) tembak mati dua lelaki, satu warga lokal dan satunya lagi warga negara Indonesia (WNI). Kedua orang yang diduga kuat terlibat sejumlah kasus perampokan ini ditembak di Taman Sri Bayan, Alor Gajah, negara bagian Melaka.

“Korban tembak mati terkait delapan kasus perampokan, dua di Johor dan empat di Selangor.” kata Kepala Polisi Daerah Alor Gajah, A. Asmadi Abdul Aziz.

Menurut Asmadi insiden penembakan bermula ketika PDRM sedang melakukan patroli pencegahan kriminal di daerah Bukit Aman. Saat patroli mereka melihat sebuah mobil Mercedez Benz mencurigakan.

PDRM pun memutuskan menghentikan mobil itu. Tiba-tiba, tembakan dilepaskan dari arah mobil tersebut.

“Seorang dari korban telah melepaskan tembakan ke arah polisi untuk mempertahankan diri. Polisi kemudian melepaskan tembakan balasan ke arah korban. Korban meninggal dunia di tempat kejadian,” kata Asmadi seperti dikutip Antara, Selasa (16/1/2018).

Tembakan PDRM tersebut menyebabkan dua orang yang berada di dalam mobil tewas. Setelah menggeledah mobil, PDRM menemukan pistol jenis Norinco bersama tiga butir peluru aktif dan sebutir selongsong peluru.

Dari penyelidikan awal polisi mempercayai bahwa kedua korban merancang untuk melakukan perampokan di Cheng hari Minggu. Kasus diselidiki mengikuti pasal 307 KUHP.

Tinggalkan Komentar