GEMA HANURA SULSEL: Bully Kasus SN Sinyal Indonesia Sedang Krisis Moral

Supriadi Arif

Supriadi Arif

PANRITA.News – Beredarnya meme lelucon yang menceritakan tersangka kasus korupsi proyek E-KTP Setya Novanto di media sosial turut mengundang keprihatinan Ketua GEMA HANURA Sulsel, Supriadi Arif.

Supriadi menyayangkan sikap Netizen yang begitu cepat mengambil kesimpulan dan diluapkan dengan cara yang kurang etis seperti meme yang beredar luas akhir-akhir ini. Padahal menurut Supriadi, Proses Hukum masih sedang berjalan.

“Kasus SN memberikan sinyal kepada kita semua bahwa Indonesia dalam keadaan kriris moral. Bagaimana ketika orang orang sudah mengambil kesimpulan, membully dan menghakimi SN yang statusnya masih dalam proses hukum”. Ujarnya.

Perilaku masyarakat sekarang, terutama dalam menanggapi kasus SN yang sedang banyak di bully di media sosial, termasuk perilaku anarkhi dan tidak sesuai ajaran agama.

“Teriak-teriak NKRI tapi perilakunya anarkhi. Dengan sadar membenarkan pelaku ghibah dan syuhriyah (mencaci maki) dengan senang hati. Andaipun SN dinyatakan pengadilan bersalah, apa benar dan boleh untuk mencaci maki? Bukankah Allah Ta’ala melarang syuhriyyah seperti termaktub dalam Q.S Al Hujarat ayat 11”, tegas Ketua GEMA HANURA SulSel ini.

Supriadi berpesan bahwa Politik  jangan hanya di tafsirkan dari tingkah laku aparaturnya yang bobrok. Saat ini Indonesia sedang mengalami krisis moral multidimensi. Ini diakibatkan oleh fungsi pendidikan yang kurang maksimal. Tugas kita semua berpartisipasi memperbaikinya, bukan memperkeruh keadaan tanpa memahami persoalan yang sebenarnya.

Leave a Reply